Jenis alat musik perkusi dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan cara menghasilkan bunyi, yaitu alat musik perkusi bernada dan alat musik perkusi tidak bernada.
1. Alat Musik Perkusi Bernada
Jenis alat musik perkusi ini menghasilkan bunyi dengan nada yang berbeda-beda namun memiliki tinggi nada yang dapat diukur. Cara memainkannya dengan dipukul menggunakan alat pemukul khusus. Contoh: Xylophone: Terbuat dari bilah-bilah kayu yang disusun berdasarkan nada, dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik kayu.
Beberapa contoh alat musik perkusi bernada anatara lain sebagai berikut :
- Marimba, Marimba adalah alat musik perkusi bernada yang terdiri dari bilah-bilah kayu dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul khusus yang disebut mallet.
- Tabla adalah alat musik perkusi tradisional yang berasal dari India, terdiri dari sepasang drum tangan, dan berfungsi untuk mengatur ritme.
- Timpani adalah alat musik perkusi besar (atau disebut kettledrum) yang menghasilkan nada tentu, tidak seperti kebanyakan drum lain.
- Kolintang adalah alat musik pukul tradisional yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia. Alat musik ini terbuat dari susunan bilah kayu khusus yang dipasang di atas bak kayu dan dimainkan dengan cara dipukul.
- Gambang adalah alat musik pukul tradisional yang terbuat dari bilah-bilah kayu atau bambu, dan dimainkan dengan cara dipukul.
2. Alat Musik Perkusi Tidak Bernada
Jenis alat musik perkusi ini menghasilkan bunyi dengan ritme yang beragam, namun tidak memiliki nada yang pasti. Sehingga tinggi nadanya tidak dapat diukur. Dimainkan dengan berbagai cara dipukul, digoyang atau digesek. Contoh: Drum set: Terdiri dari berbagai jenis drum yang menghasilkan bunyi dengan nada dan timbre yang berbeda-beda, dimainkan dengan cara dipukul menggunakan stik, pedal kaki, dan tangan.
Beberapa contoh alat musik perkusi tak bernada lainya antara lain sebagai berikut
- Gong termasuk alat musik tradisional jenis perkusi ayang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini sangat terkenal di wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur.
- Gendang (atau kendang) adalah alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditepuk atau dipukul menggunakan tangan. Instrumen ini berfungsi sebagai pengatur tempo dan irama dalam pertunjukan seni.
- Simbal adalah alat musik perkusi yang dimainkan dengan cara dipukul. Simbal menjadi komponen penting dalam perangkat drum modern atau dimainkan secara berpasangan.
- Marakas adalah alat musik perkusi ritmis yang dimainkan dengan cara digoyangkan, menghasilkan suara gemerincing karena berisi biji-bijian atau manik-manik di dalamnya.
- Kastanyet adalah alat musik ritmis perkusi tradisional yang berasal dari Spanyol. Alat musik ini tidak memiliki nada dan berfungsi sebagai pengatur irama.
- Idiofon adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari badan atau bahan alat musik itu sendiri yang bergetar saat dipukul, digoyang, atau digesek.Bahan yang dapat digunakan pada alat musik perkusi idiofon antara lain logam, kayu, bambu dan lain sebagainya. Contoh: Simbal, triangle, gong, kolintang, dan marimba.
- Membranofon adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran selaput atau membran (kulit atau plastik) yang direntangkan pada sebuah bingkai atau tabung. Banyak alat musik perkusi membranopon yang menggunakan kulit hewan. Beberapa contoh alat musik perkusi membranopon antara lain : Drum, timpani, kendang, dan rebana.
- Dipukul atau ditabuh: Menggunakan tangan kosong atau alat pemukul khusus (stick), contohnya pada drum, kendang, dan simbal.
- Digoyang atau dikocok: Menggerakkan alat agar bagian dalamnya saling berbenturan dan berbunyi, contohnya pada marakas dan tamborin.
- Tepuk tangan yaitu membenturkan kedua telapak tangan.
- Hentakkan kaki yaitu menghentakan kaki ke lantai untuk menghasilkan suara yang lebih berat/bass.
- Tepuk paha yaitu menepuk bagian paha kanan dan kiri secara bergantian atau bersamaan.
- Petik jari yaitu menggesekkan jari tengah dan ibu jari sehingga menghasilkan bunyi.
- Tepuk dada yaitu menepuk dada dengan tangan terbuka untuk menghasilkan suara yang lebih dalam.










0 komentar:
Post a Comment
Mohon tidak memasukan link aktif.